Penghuni Surga Terakhir
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya aku tahu penghuni neraka yang paling akhir keluar dari neraka dan penghuni al jannah yang paling akhir masuk al jannah. Dia keluar dari neraka dengan merangkak. Allah berfirman kepadanya, ‘Pergilah ke al jannah (surga) dan masuklah ke dalamnya!’ Orang tersebut bergegas pergi ke jannah dan tergambar dalam pikirannya bahwa al jannah itu telah penuh sesak. Maka ia pun kembali dan berkata kepada Allah, ‘Wahai Rabbku, aku dapati al jannah telah penuh!’ Allah pun berfirman kepadanya, ‘Pergilah ke al jannah dan masuklah ke dalamnya! Sesungguhnya engkau berhak atas nikmat sebesar dunia dan sepuluh kali lipatnya.’ Orang tersebut berkata, ‘Wahai Rabbku, apakah Engkau mengejekku dan menertawakanku, karena Engkau Sang Raja Penguasa?”
Abdullah bin Mas’ud berkata: “Kulihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya.” Beliau bersabda: “Itulah derajat penghuni al jannah yang paling rendah.”
(HR. Al Bukhari no. 6571 dan Muslim no. 186)
Bila fakir, jangan sedih !!
“Bukanlah kefakiran yang aku takutkan atas kalian. Tetapi aku khawatir akan dibuka lebar (pintu) dunia kepada kalian, seperti telah dibuka lebar kepada orang sebelum kalian. Nanti kalian akan saling bersaing untuk mendapatkannya sebagaimana mereka telah bersaing untuknya. Nantinya (kemewahan) dunia akan membinasakan kalian seperti telah membinasakan mereka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Sahabat ‘Abdurrahman bin ’Auf radhiyallahu ‘anhu berkata: “Dahulu kami diuji bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kesengsaraan, maka kami (mampu) bersabar. Kemudian setelah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal kami diuji dengan kesenangan maka kami tidak bersabar.” (Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 2464)
‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu hendak mengatakan bahwa mereka diuji dengan kefakiran, kesulitan, dan siksaan (musuh) maka mereka mampu bersabar. Namun tatkala (kesenangan) dunia, kekuasaan, dan ketenangan datang kepada mereka, maka mereka bersikap sombong. (Lihat Tuhfatul Ahwadzi)
Di saat kran dunia dibuka lebar-lebar, maka manusia akan berlomba-lomba untuk mendapatkannya meskipun ada sesuatu yang harus dikorbankan. Persaudaraan yang dahulu terjalin erat kini harus rusak berantakan karena ambisi kebendaan.
Sikap saling cinta dan benci yang dahulu diukur dengan agama, sekarang sudah terbalik timbangannya. Karena dunia mereka menjalin persaudaraan. Karenanya pula mereka melontarkan kebencian. Dengan ini mereka tega memutuskan tali kekerabatan, mengalirkan darah, dan melakukan beragam kemaksiatan. Seperti inilah bila kemewahan dunia menjadi puncak tujuan seseorang.
Adakah Penghuni Surga & Neraka Sekarang ?
Tanya:
Bismillah…Apakah surga dan neraka sudah ada penghuninya?Karena kalau tdk salah dg pengetahuan saya, saat rosululloh akan menerima perintah sholat bersama malaikat jibril,di perjalanan di perlihatkan penduduk surga dan neraka,apakah itu cuma gambarannya saja,atau emang benar2 sudah ada penghuninya(surga/neraka)…
Jawab:
Ia surga dan neraka sudah ada penghuninya sekarang. Pendapat yang menyatakan bahwa surga dan neraka sekarang belum ada penghuninya adalah pendapat Mu’tazilah, Qadariah, dan Jahmiah, bahkan mereka berpendapat bahwa surga dan neraka belum tercipta sekarang.
Adapun dalil-dalil yang menunjukkan penghuni surga dan neraka sudah ada, maka disebutkan dalam beberapa hadits di antaranya:
Dari ‘Imran bin Husain dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
“Aku mendatangi, surga maka kulihat kebanyakan penduduknya adalah para faqir dan aku mendatangi neraka maka aku lihat kebanyakan penduduknya para wanita”. (HR. Al-Bukhari no. 3002 dan Muslim no. 4920 dari Ibnu Abbas)
Hadits ini diberikan judul bab oleh Imam Al-Bukhari: Bab keterangan tentang sifat surga dan bahwasanya dia telah tercipta. Maka ini menunjukkan bahwa Al-Bukhari memahami kalau apa yang dilihat oleh Nabi -alaihishshalatu wassalam- adalah kejadian ketika itu, bukan kejadian yang akan datang setelah hari kiamat atau sekedar penggambaran semata. Demikian pula Imam Ahmad berdalil dengan hadits semacam ini untuk menunjukkan bahwa surga dan neraka sudah ada sekarang, sebagaimana yang beliau sebutkan dalam Ushul As-Sunnah.
Juga di antara dalil yang menguatkan hal ini adalah bahwa roh para syuhada sudah berada di dalam surga dan juga Nabi -alaihishshalatu wassalam- pernah melihat Amr bin Luhai -orang yang pertama kali memasukkan penyembahan berhala ke Jazirah Arab- sedang menyeret ususnya di neraka. (HR. Al-Bukhari no. 1136 dan Muslim no. 5096)
Dan dalam Shahih Al-Bukhari no. 4826 dan Muslim no. 4408 bahwa beliau bertanya tentang pemilik istana di dalam surga, maka ada seorang wanita -dalam riwayat Muslim: Ada sekelompok orang- yang menjawab bahwa itu miliknya Umar. Maka ini juga menunjukkan surga sudah dihuni.
Jika ada yang mengatakan: Bukankah manusia nanti akan masuk surga dan neraka setelah melewati hisab dan sirath, sementara hisab dan shirath hanya ada setelah hari kiamat?
Maka kami katakan: Wallahu a’lam, ini termasuk perkara ghaib yang kita tidak punya ilmu padanya. Kami menetapkan apa yang ditetapkan oleh syariat dan menafikan apa yang dinafikan oleh syariat. Wallahul muwaffiq.
Dikutip dari http://al-atsariyyah.com/?p=1793
Cara Menghitung Bacaan Dzikir
Dari Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata : Aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menghitung bacaan tasbih dengan menggunakan jari-jemari tangan kanannya. (Shahih Abu Dawud : 1502)
Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan kepada para wanita agar memperhatikan bacaan takbir, taqdis (yaitu tasbih) dan tahlil dan memerintahkan agar mereka menghitungnya dengan jari-jemari karena sesungguhnya jari-jemari tersebut akan ditanya dan diminta untuk berbicara. (Shahih Abu Dawud : 1501)
Asy-Syaikh Albani rahimahullah berkata : Sesungguhnya biji-bijian tasbih adalah bid’ah yang belum muncul di masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan baru muncul setelah beliau wafat.
Dikutip dari http://warungislami.com/product.php?id_product=15
Wangi Tanpa Minyak Wangi
Dia digelari dengan Abu Bakr Al-Miski (berbau misik/minyak wangi) rahimahullah karena sebuah kejadian.
Ada seorang wanita meminta agar Abu Bakr masuk ke dalam rumahnya. Abu Bakr adalah seorang pedagang. Maka beliau pun masuk. Ternyata wanita itu menginginkan perbuatan yang haram. Untuk itu, dia (wanita tersebut) menutup pintu rumahnya. Lalu apa yang dilakukan Abu Bakr ?
Dia berkata: “Saya ingin ke kamar kecil”. Kemudian di dalam kamar mandi (WC) dia melumuri tubuhnya dengan kotoran dan keluar dari kamar mandi. Wanita itu menjauh darinya lalu membuka pintu rumahnya, akhirnya Abu Bakr pun meninggalkan wanita itu. Sejak saat itulah tubuhnya berbau misik (meskipun tidak menggunakan minyak wangi).
Wallahu a’lam.
(Dikutip dari Majalah Asy-Syariah edisi 56 hal. 60)
Subhanallah, Allah memberikan ganjarannya langsung di dunia dengan kemuliaan. Inilah juga salah satu yang mendapat naungan di akherat (lihat arsip di ‘7 Kelompok yang Mendapat Naungan Allah’ http://semenit.net/?p=199)